MENGUBAH KEHIDUPAN


Apa yang Anda cita-citakan sesungguhnya dapat dipandang sebagai sarana untuk mencapai perasaan tertentu, emosi tertentu atau kondisi tertentu. Maka untuk mencapai yang Anda cita-citakan sesungguhnya hanya mengubah kondisi Anda. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu mau mengubahnya sendiri.
Demikian pula Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia kecuali manusia itu mau mengubahnya sendiri. ”Mengubah kondisi Anda, dapat mengubah kehidupan Anda, karena perilaku Anda bukanlah hasil dari kemampuan Anda, tetapi hasil dari kondisi Anda” kata Anthony Robbins. Mengubah kondisi dapat dilakukan dengan mengubah fisiologi, mengubah fokus dan mengubah submodalitas.
Anda bisa mengubah fisiologi dengan hanya mengubah pernafasan Anda. Dalam ilmu kedokteran kehidupan itu adalah gerakan, maka emosi itu diciptakan oleh gerakan. Bagaimana Anda menggerakkan tubuh akan menghasilkan apa yang Anda rasakan. Bahkan gerakan kecil pada wajah Anda, sudah dapat menggeser perasaan Anda pada saat itu. Maka salah satu kunci sukses mengubah kehidupan adalah menciptakan gerakan-gerakan yang menciptakan keyakinan, kekuatan, fleksibilitas, kekuatan pribadi dan kegembiraan. Orang tua sesungguhnya bukanlah masalah usia, tetapi masalah kurang gerakan. Kurangnya gerakan yang sejati adalah kematian. Kematian adalah sebagai nasihat yang ampuh bagi yang hidup untuk berbuat terbaik.
Cara lain mengubah kehidupan dengan fokus. Fokus merupakan titik pertemuan cahaya melalui lensa. Fokus berarti pula sebagai pusat perhatian. Berfokus pada nikmat pemberian Tuhan yang tak terhitung akan menjadikan Anda lebih bersyukur. Berfokus untuk mendapat pekerjaan untuk dapat membiayai sekolah saya menyebabkan saya ditolak di beberapa perusahaan atau institusi tetap untuk pantang putus asa terus berusaha dan berdoa sebelum mendapatkan pekerjaan tersebut. Demikian pula fokuslah kemana Anda menuju, bukan pada apa yang Anda takutkan. Insya Allah cita-cita Anda akan tercapai.
Mengubah submodalitas juga dapat mengubah kehidupan Anda. Submodalitas merupakan gambar, suara, atau sensasi lain yang spesifik yang dapat diubah untuk meningkatkan atau mengurangi intensitas pengalaman. Kemampuan untuk mengubah perasaan bergantung pada kemampuan untuk mengubah submodalitas.
Anda harus berada dalam kondisi bertekad untuk sukses. Untuk sukses bukan semata kemampuan, tetapi kondisi seringkali merupakan faktor lebih penting. Orang yang mempunyai kemampuan terbatas akan menemukan bakatnya kalau diberikan kondisi yang baik. Dengan demikian cita-cita kita dalam kehidupan ini adalah hanya mengubah perasaan.
Perasaan sedih kita ubah dengan perasaan senang dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Sukses merupakan hidup dengan cara yang sedemikian rupa sehingga Anda merasakan banyak kenikmatan dan sangat sedikit kepedihan, tetapi sukses sejati kalau kita dapat merasakan kenikmatan tersebut, baik dunia maupun akhirat.

BERTINDAK EFEKTIF


Semut merupakan binatang yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dalam Surat An-Naml (semut). Allah menyebut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut. Semut ádalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut sebagai bagian yang harus dicontoh oleh manusia. Semut juga mempunyai kemampuan bekerjasama dengan binatang lain, salah satunya adalah kutu daun.
Jenis semut dan kutu daun tertentu memiliki hubungan yang disebut simbiosis. Dalam simbiosis, binatang berbeda jenisnya saling membantu. Kutu daun merupakan serangga kecil yang bergerak lamban, hidup pada tumbuh-tumbuhan dan memakan nektar. Nektar itu dihisap dari batang pohon dengan mulutnya yang tajam dan panjang. Sewaktu dicerna, nektar berubah menjadi bahan manis yang disebut embun madu. Bahan ini kemudian dikeluarkan oleh kutu melalui organ yang disebut kornikula. Embun madu ini makanan kegemaran semut merah, yang memakan sebanyak yang dapat dihasilkan oleh kutu daun itu. Dengan memelihara ternak kutu daun, semut memiliki cadangan yang selalu siap sedia.
Untuk melindungi cadangan embun madunya, semut sangat memperhatikan kutu daun miliknya. Misalnya, semut memindahkan kutu itu ke tempat yang banyak nektarnya, dan apabila wilayah pencarian makanan itu menjadi terlalu padat, semut akan memindahkan kutu itu ke wilayah yang lebih longgar. Semut juga menyerang setiap serangga yang mencoba memakan kutu daun itu, sekalipun si penyerang mungkin jauh lebih besar daripada semut itu sendiri. Ilmuwan belum memperoleh kepastian kapan atau bagaimana hubungan istimewa ini dimulai. Akan tetapi, dengan ditemukannya semut serta kutu daun yang telah menjadi fosil bersama-sama, terbukti bahwa dua jenis serangga ini telah saling membantu sekurang-kurangnya sejak 30 juta tahun yang lampau.
Kisah semut dan kutu daun tersebut, menurut Stephen R. Covey disebut efektivitas, yang merupakan keseimbangan antara produksi dan kemampuan produksi. Produksi merupakan hasil yang dinginkan, yaitu embun madu. Sedangkan kemampuan produksi adalah kemampuan atau aset yang menghasilkan embun madu, yaitu kutu daun. Semut berusaha untuk memelihara dan menjaga kutu daun sebaik-baik, agar kutu daun tersebut tetap menghasilkan embut madu. Semut melakukan tindakan yang efektif.
Dalam bisnis, sering kita mencari keuntungan atau hasil jangka pendek dengan merusak kemampuan produksi atau aset fisik, misalnya mobil, komputer, telepon, fax, bahkan tubuh kita atau lingkungan kita. Kita jarang memelihara atau merawat mobil, komputer, telepon dan fax. Setelah aset tersebut rusak, maka kita baru sadar bahwa aset tersebut merupakan aset kunci. Biaya untuk memperbaiki aset tersebut jauh lebih mahal daripada memelihara aset tersebut secara rutin. Maka kita telah melakukan hal yang tidak efektif.
Kita juga sering berbicara tentang pelayanan pelanggan. Kita sering mengabaikan orang yang berurusan dengan pelanggan, yaitu karyawan. Sehingga kita baru sadar setelah sedikit demi sedikit pelanggan meninggalkan kita. Kepercayaan dan loyalitasnya kepada kita hilang. Biasanya justru kita menyalahkan karyawan. Itulah tindakan yang tidak efektif. Kalau kita ingin karyawan kita memperlakukan pelanggan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan karyawan seperti pelanggan kita. ”Anda dapat membeli tangan seseorang, tetapi tidak pernah dapat membeli hatinya. Hatinya adalah tempat berada antusiasmenya, loyalitasnya. Anda dapat membeli punggungnya, tetapi tidak dapat membeli otaknya. Itulah tempat kreativitasnya, kecerdasannya, akalnya. ” kata Stephen R. Covey. Untuk bertidak efektif ternyata kita harus belajar kepada semut dan kutu daun.

MEMBAWA KE SURGA


Penyakit hati yang menimbulkan sakit seketika selain sedih, resah, gundah, marah dan dendam adalah iri dan berbuat curang. Penyakit ini dapat dihilangkan juga dengan obat-obat yang alamiah. Melihat tetangga mempunyai rumah baru, mobil baru, TV baru dan peralatan lain yang serba wah, kadangkala kita merasa iri. Hati kita seringkali dirasuki kotoran yang akhirnya mengatakan dalam hati ‘Ah paling dapat seperti itu karena korupsiî. Demikian pula, ketika perusahaan tetangga maju kadangkala kita juga iri dan berusaha berbuat curang untuk menjatuhkannya. Iri dan berbuat curang mempunyai banyak sebab, yaitu karena permusuhan, kebencian, kesombongan, cinta kekuasaan, ingin disanjung, ketakutan hilangnya maksud yang diinginkan, kotornya jiwa dan kebakhilan.
Cara mengobatinya dengan mengetahui bahwa iri dan berbuat curang adalah berbahaya bagi kita, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Bahaya di dunia dapat menyebabkan kita sakit, jantung berdebar-debar, tidak nyenyak tidur dan akhirnya hati kita tersiksa. Bersyukur, tidak iri dan tidak berbuat curang serta belajar untuk menjadi lebih baik merupakan obat penyakit hati tersebut. Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dan diberi anak yang lucu-lucu, walaupun saya belum bisa membeli yang dilakukan oleh tetangga, tetapi kita mungkin malah dapat ikut mobilnya. Bisa ikut nonton TV barunya dan bisa melihat pemandangan rumah yang bagus tetangga kita. Memang tidak mudah, tetapi itulah obatnya. Dari Anas r.a berkata : Kami duduk bersama Rasulullah saw lalu Rasulullah sawbersabda :’Akan datang kepada kalian seorang lelaki ahli surga.î Kemudian muncullah seorang lelaki Anshar yang jenggotnya basah kerena wudhu, kedua sandalnya ditenteng dengan tangan kirinya. Dan ketika hari berikutnya Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul seperti kemarin. Dan pada hari ketiga Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul dalam keadaan yang sama. Ketika Nabi saw berdiri, Abdullah bin Amru bin ‘Ash lalu berkata :’Sungguh aku telah membiarkan jenggot ayahku panjang, kemudian aku berjanji tidak akan bertemu muka dengannya selama tiga hari, aku akan menunggu sampai waktu berlalu.’ Peristiwa itu terjadi saat dia menginap tiga hari di rumah lelaki Anshar dan yang ia lakukan adalah menemaninya, tidak melihatnya di waktu malamnya kecuali berzikir kepada Allah sepanjang malam, sampai berdiri untuk salat subuh, dia larut dalam amalannya, kemudian ia menjumpai suatu peristiwa yang Nabi tidak pernah mengatakannya. Lalu ia menanyakan apa yang ia alami itu, kemudian lelaki Anshar berkata kepadanya: ‘Itu adalah sesuatu yang aku tidak tahu kecuali bahwa aku tidak mendapati pada diriku tidak berbuat curang kepada salah seorang di antara kaum muslimin dan aku tidak iri terhadap kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain. Kemudian Abdullah berkata : Itulah yang akan membawamu ke surga dan itulah yang tak terkatakan.

DUNIA DAMAI DAN SEJAHTERA


Penyakit hati yang tidak menimbulkan sakit seketika. Orang yang terkena penyakit ini tidak merasakan apa-apa. Penyakit hati ini yang sangat menonjol adalah kebodohan dan hawa nafsu. Penyakit inilah sesungguhnya penyakit hati yang terbesar dan paling berbahaya, karena hati telah rusak sehingga tidak dapat merasakan apa-apa.

Hal ini disebabkan mabuk kebodohan dan hawa nafsu menghalangi untuk mengetahui penyakit tersebut. Menu- rut Ibnu Qayyim, sesungguhnya seluruh penyakit hati berasal dari nafsu, menyebar ke seluruh tubuh dan yang diserang yang pertama kali adalah hati. Dengan demikian manusia berdasarkan hawa nafsu dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Pertama, manusia yang dikalahkan nafsunya sehingga ia bisa dikuasai dan dihancurkan nafsunya serta tunduk dan patuh pada perintah nafsunya. Kedua, manusia yang dapat mengalahkan dan memaksakan nafsunya sehingga, nafsu itupun tunduk pada perintahnya. Nafsu menyeru kepada kedurhakaan dan mengutamakan dunia, sedangkan Tuhan menyeru hamba-Nya agar takut kepada-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Dalam asumsi ekonomi sistem kapitalis, sumberdaya itu terbatas dan keinginan manusia (nafsu) tidak terbatas serta harta adalah milik individu yang bersifat mutlak tidak dapat diganggu gugat. Untuk menuju kesejahteraan manusia harus memaksimalkan keinginannya. Ukuran pendapatan merupakan ukuran kesejahteraan yang utama. Penduduk Amerika Serikat dalam 30 tahun pendapatannya meningkat 16%, tetapi tingkat kebahagiaannya turun 13%, yaitu dari 39% menjadi 26% penduduk yang bahagia. Dari data tersebut menunjukkan, ternyata semakin tinggi pendapatannya, tidak semakin bahagia. Bahkan kebahagiaannya menurun. Jika kita hidup di dunia ini semata-mata harta yang kita kejar, maka kita tidak akan memperoleh kebahagiaan.

Negara-negara besar berusaha dengan segala cara untuk menguasai ekonomi negara kecil sampai rela membunuh anak-anak, para wanita dan orang-orang yang tak berdosa. Hal ini dilakukan karena mengikuti hawa nafsunya. Mereka berdalih untuk menegakkan demokrasi, tetapi menurut Bung Karno dalam Buku Di Bawah Bendera Revolusi, masalahnya adalah masalah untung atau rugi, masalah ekonomi atau masa-lah kehidupan, bukan penegakan demokrasi atau yang lainnya. Kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan setelah selesai sekolah pada bulan Ramadan ini kita dan para pemimpin dunia mampu mengendalikan nafsu.

SERAHKAN BISNIS UNTUK YANG TAK MAMPU


Dalam aktivitas bisnis, memiliki etika bisnis dapat memelihara aturan bisnis yang baik, jauh dari sikap serakah dan egoisme, sehingga bisnis tersebut sebagai mediator dalam membentuk masyarakat yang saling mengasihi satu dengan yang lain. Dalam berbisnis, kedua belah pihak dipersyaratkan mempunyai kemampuan yang cukup untuk melakukan transaksi bisnis. Kemampuan tersebut mencakup dapat membedakan yang baik dan yang buruk, dan tidak dibawah paksaan serta tidak ada memiliki pengandaian yang disebut hak pilih. Allah melarang untuk berbisnis langsung dengan orang yang lemah akalnya. Dalam surat Al Baqarah ayat 282 : Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur.


Orang yang lemah akalnya dapat berasal dari Allah dan orang yang lemah akalnya karena perbuatan manusia sendiri. Orang yang lemah akalnya karena berasal dari Allah, misalnya orang gila, idiot, pingsan, tidur, sakit dan mati. Gila dapat terjadi karena ada kerusakan otak yang timbul disebabkan depresi. Gila dapat melenyapkan kemampuan akal seseorang di tengah ia melaksanakan tugasnya, sehingga segala aktivitas yang dilakukan olehnya bisa batal dan sia-sia, tidak berbekas sama sekali. Kewajiban membayar zakat pada hartanya tidak bertentangan, tetapi menanggung barang yang dirusakannya. Namun demikian, pertanggungjawabannya pada yang menjadi walinya.


Idiot merupakan kelemahan dari daya pikir karena lemahnya kesadaran dan daya tangkap. Idiot tidak menghilangkan kemampuan berpikir secara keseluruhan, tetapi mengurangi kemampuan berpikirnya. Segala aktivitas orang yang idiot ini disamakan dengan aktivitas anak kecil yang sudah nalar. Selama aktivitas itu bermanfaat semata, maka masih dapat diperkenankan, tetapi jika aktivitas itu berbahaya, maka dianggap batal. Bila terkadang bermanfaat dan terkadang berbahaya, maka hukumnya bergantung pada walinya.


Sementara itu tidur dan pingsan dapat menghilangkan kompetensi melaksanakan kewajiban dengan sempurna, karena barometer kompetensi adalah akal. Tidur dan pingsan menghilangkan akal dan mencegah kemampuan untuk memilih. Meskipun demikian, tidur dan pingsan tidak menghilangkan tanggungjawab merusak barang.


Allah juga melarang untuk berbisnis langsung dengan orang yang belum sempurna akalnya. Dalam surat An Nisaa’ ayat 5-6 : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk nikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta),maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian).